
MENGAPA ANAK SUSAH MAKAN?
Oleh: dr. Lanny Dewi, SpGK
Tumbuh kembang anak dimulai saat usia 1 sampai 6 tahun. Pada masa ini anak belajar untuk bicara, berlari, serta bagaimana berhubungan dengan lingkungan sosialnya. Untuk mendukung perkembangan ini seorang anak membutuhkan energi tersebut tentu saja besumber dari makanan yang mereka konsumsi setiap harinya.
Namun, apa jadinya bila anak susah makan? Disini peran orang tua sangat penting untuk mengetahui mengapa anak susah makan dan menyiasatinya.
Pada rentan usia 1 sampai 6 tahun pertumbuhan seorang anak dari tahun ke tahun lebih lambat disbanding pertumbuhan bayi dari 0 – 1 tahun. Wajar bila pada usia tersebut selera makan mereka menjadi menurun. Pada usia tersebut anak lebih suka atau tertarik pada dunia permainan sisekitar mereka. Bagi sebagian orang tua masalah ini mungkin sulit.
Sebenarnya ada cara untuk menyiasati yaitu dengan memberikan makanan yang bervariasi pada anak, termasuk makanan yang paling ia suka.
Kapasitas nperut anak yang tidak terlalu besar, terkadang menyebabkan anak malas makan. Untuk itu sebaiknya anak diberi makan dengan porsi yang tidak terlalu banyak.
Setiap pemberian pada umumnya anak-anak diberi makan 4 – 6 kali sehari, dengan 3 kali makan utama dan 2 – 3 kali snack atau makanan ringan. Orang tua diharapkan hati-hati dan teliti dalam memilih snack, agar snack yang diberikan pada anak bisa menambah nutrisi dan tidak menimbulkan karies gigi.
Hal lain yang menyebabkan anak sulit makan adalah soal rasa makanan. Anak akan menolak untuk makan, bila makanan disajikan dengan suhu yang ekstrim, bisa terlalu panas atau terlalu dingin. Atau mungkin makanan yang diberikan memiliki bau yang menyengat.
Cara menyajikan makanan juga perlu diperhatikan oleh orang tua. Anak biasanya tidak akan suka kalau seluruh makanannya seperti nasi, sayur, lauk ditaruh dalam satu piring. Anak akan lebih suka jika makanannya disajikan dalam tempat yang terpisah dan tidak dicampur aduk. Harus diperhatikan juga posisi duduk anak saat makan.
Posisi duduk yang nyaman akan membuat anak menjadi mudah untuk makan. Posisi duduk yang baik adalah sejajar dengan meja makannya, sehingga lebih mempermudah anak dalam menjangkau makanannya. Gunakan pula peralatan makan yang tidak terlalu berat dan tidak mudah pecah. Anak akan sulit makan bila ia dalam kondisi lelah. Untuk itu perlu diperhatikan jadwal makan anak dan jadwal istirahatnya. Bila kondisi sulit makan disebabkan oleh hal-hal yang disebabkan diatas segera atasi. Jangan malas mengatasinya demi tumbuh-kembang anak anda.
Oleh: dr. Lanny Dewi, SpGK
Tumbuh kembang anak dimulai saat usia 1 sampai 6 tahun. Pada masa ini anak belajar untuk bicara, berlari, serta bagaimana berhubungan dengan lingkungan sosialnya. Untuk mendukung perkembangan ini seorang anak membutuhkan energi tersebut tentu saja besumber dari makanan yang mereka konsumsi setiap harinya.
Namun, apa jadinya bila anak susah makan? Disini peran orang tua sangat penting untuk mengetahui mengapa anak susah makan dan menyiasatinya.
Pada rentan usia 1 sampai 6 tahun pertumbuhan seorang anak dari tahun ke tahun lebih lambat disbanding pertumbuhan bayi dari 0 – 1 tahun. Wajar bila pada usia tersebut selera makan mereka menjadi menurun. Pada usia tersebut anak lebih suka atau tertarik pada dunia permainan sisekitar mereka. Bagi sebagian orang tua masalah ini mungkin sulit.
Sebenarnya ada cara untuk menyiasati yaitu dengan memberikan makanan yang bervariasi pada anak, termasuk makanan yang paling ia suka.
Kapasitas nperut anak yang tidak terlalu besar, terkadang menyebabkan anak malas makan. Untuk itu sebaiknya anak diberi makan dengan porsi yang tidak terlalu banyak.
Setiap pemberian pada umumnya anak-anak diberi makan 4 – 6 kali sehari, dengan 3 kali makan utama dan 2 – 3 kali snack atau makanan ringan. Orang tua diharapkan hati-hati dan teliti dalam memilih snack, agar snack yang diberikan pada anak bisa menambah nutrisi dan tidak menimbulkan karies gigi.
Hal lain yang menyebabkan anak sulit makan adalah soal rasa makanan. Anak akan menolak untuk makan, bila makanan disajikan dengan suhu yang ekstrim, bisa terlalu panas atau terlalu dingin. Atau mungkin makanan yang diberikan memiliki bau yang menyengat.
Cara menyajikan makanan juga perlu diperhatikan oleh orang tua. Anak biasanya tidak akan suka kalau seluruh makanannya seperti nasi, sayur, lauk ditaruh dalam satu piring. Anak akan lebih suka jika makanannya disajikan dalam tempat yang terpisah dan tidak dicampur aduk. Harus diperhatikan juga posisi duduk anak saat makan.
Posisi duduk yang nyaman akan membuat anak menjadi mudah untuk makan. Posisi duduk yang baik adalah sejajar dengan meja makannya, sehingga lebih mempermudah anak dalam menjangkau makanannya. Gunakan pula peralatan makan yang tidak terlalu berat dan tidak mudah pecah. Anak akan sulit makan bila ia dalam kondisi lelah. Untuk itu perlu diperhatikan jadwal makan anak dan jadwal istirahatnya. Bila kondisi sulit makan disebabkan oleh hal-hal yang disebabkan diatas segera atasi. Jangan malas mengatasinya demi tumbuh-kembang anak anda.
0 komentar:
Poskan Komentar